Sabtu, 11 Juli 2020

MINDSET: KEKUATAN PENDIDIKAN - Opini


“Don’t protect your children, but educate them.”
     Adalah sebuah kewajaran apabila orang tua mengkhawatirkan anaknya, malah jika tidak, maka ada tanda tanya besar di sana. Khawatir tentang pergaulan anaknya, pendidikannya, masa depannya, tentang apa saja. Beliau senantiasa memikirkan semua hal itu, sehingga muncullah sikap “menjaga, menghindari, melindungi”.
     Manusia memang berbeda-beda satu dengan lainnya, oleh karena itu masing-masing memiliki cara tersendiri dalam menyikapi sesuatu, tergantung faktor genetik dan lingkungannya. Misalnya perbedaan suku, gadis yang besar di Bandung cenderung lebih lembut sifatnya dari gadis yang besar di Madura. Hal itu memang relatif, namun lingkungan memang salah satu faktor kuat yang dapat membentuk karakter manusia, terutama anak-anak. Seperti yang tertera dalam kitab “Mabadi’ Ilmu Tarbiyah”, ada 2 faktor yang membuat karakter setiap anak berbeda; keturunan dan lingkungan.
     Ketika setiap orang tua yang berkarakter berbeda-beda “berusaha membentuk karakter” anaknya, maka berbeda pula respon yang mereka dapatkan. Anak yang tumbuh atas didikan yang keras, boleh jadi yang satu menurut, yang satu berontak. Tidak ada yang bisa menebak seorang anak akan memiliki sifat keturunan dari siapa. Dari ibunya kah, ayahnya kah, nenek dari ibu, kakek dari bapak, atau malah buyut. Tidak menutup kemungkinan juga, anak yang tumbuh atas didikan lembut nantinya akan berontak. Merespon negatif.
     Respon negatif tersebut yang akhirnya menumbuhkan rasa “ingin menjaga” yang lebih kuat. Semakin negatif, semakin kuat pula rasa itu.
     Sebagai manusia biasa, orang tua memang tidak bisa menjaga anak-anaknya 24 jam sehari, ada kalanya mereka lepas dari pengawasan. Dan ketika mereka beranjak remaja atau dewasa, tentu orang tua tidak bisa sepenuhnya ikut campur urusan mereka, bukan? Meskipun rasa “ingin menjaga” itu semakin besar.
     Sebenarnya ada satu hal yang bisa dilakukan untuk menjaga mereka dari hal-hal negatif seperti kemaksiatan. Saya pernah membaca sebuah tulisan dan saya menyimpulkannya dalam satu kalimat: “Don’t protect your children, but educate them”. Jangan lindungi anak-anakmu, tapi didiklah/berilah pendidikan pada mereka. Saya akhirnya berpikir, di sinilah pentingnya peran “pendidikan”.
     Sebagai seorang remaja pelajar, saya terkadang berpikir, mengapa orang tua menyuruh kita belajar? Untuk sekadar cap lulus? Untuk mencari pekerjaan? Ternyata semua itu semata-mata untuk “menjaga” saya. Pendidikan tidak hanya materi yang diajarkan di kelas, tapi juga di luar kelas atau lingkungan. “Ilmu hal” namanya. Itulah mengapa terkadang kita mendengar banyak kisah inspiratif dari anak miskin desa, tapi memiliki budi luhur. Mereka memang tidak sekolah, tapi mereka mengenyam banyak ilmu hal, sebuah pendidikan yang didapat dari pengalaman hidup. Likulli syai’in hikmatun, segala sesuatu pasti ada hikmahnya. Mengapa ada orang miskin, pesakitan, yatim piatu, pecandu narkoba, perindu Tuhan, penyebar dakwah? Tak lain dan tak bukan untuk “pelajaran” bagi yang lain, “pendidikan” bagi yang lain. Pendidikan yang didapat dari lingkungan inilah, yang akan membentuk karakter.
     Ketika seseorang tumbuh di lingkungan berpendidikan baik, maka dia akan berpendidikan baik pula. Sehingga, tumbuhlah dalam dirinya karakter yang baik. Maka muncul slogan: “jika kau ingin melihat perilaku seseorang, maka lihatlah kawannya”. Kawan juga bagian dari lingkungan, bukan? Maka benar adanya.
     Pendidikan ini akan mempengaruhi pola pikir seseorang, yang akhirnya menciptakan “budi”. Semakin berilmu seseorang, maka ia akan banyak berpikir, memiliki prinsip-prinsip, membentuk mindset. Dalam buku berjudul “MINDSET: The New Psychology of Success” karya seorang psikolog Universitas Stanford Carol S. Dweck, Ph.D., beliau menuliskan bahwa beliau menemukan ide sederhana namun inovatif pada kekuatan pola pikir setelah melakukan penelitian selama beberapa dekade. Dalam buku yang brilian ini, beliau menunjukkan bagaimana kesuksesan di sekolah, pekerjaan, olahraga, seni, dan hampir setiap bidang usaha manusia dapat dipengaruhi oleh bagaimana kita berpikir (mindset) tentang bakat dan kemampuan kita. Dengan pola pikir yang benar, anda dapat memotivasi mereka yang anda pimpin, ajarkan, dan cintai—untuk mengubah hidup dan kehidupan mereka”.
     Mindset yang benar akan membantu seseorang bergerak ke arah yang benar dengan sendirinya. Karena dia memiliki prinsip yang didasari oleh mindset yang kokoh. Maka tidak perlu diarahkan, dicegah, dilindungi, dan dijaga lagi. Apa kalian sudah melihat pentingnya pendidikan sekarang?
     Sebagai remaja, sudah sepatutnya kita sadar akan pentingnya pendidikan. Sebagai penjagaan diri sendiri, juga bekal bagi kita dewasa nanti. Dari mana seorang anak mendapatkan pendidikan pertama kali jika bukan dari ibunya? Orang tuanya? Keluarganya? Jika setiap manusia menyadari betapa pentingnya sebuah pendidikan, maka tidak ada seorang pun yang nyeleweng. Ketika ada seseorang yang nyeleweng, mari kita lihat, bagaimana “pendidikannya”?
     Mari kita perbaiki pendidikan kita, mari kita perbaiki mindset kita. Don’t protect your children, but educate them.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KLIMAKS COVID-19 - Artikel